Oleh: mbahnur | 22 Februari 2010

PARADIGMA DUNIA PENDIDIKAN

PARADIGMA DALAM DUNIA PENDIDIKAN
CATALYSTS TEACHING FOR
OLEH : LENA, S. Pd.

Pascasarjana Bhs Indonesia UNMUH SURABABAYA

Membicarakan Pendidikan melibatkan banyak hal yang harus direnungkaan.Sebab, Pendidikan meliputi keseluruhan tingkah laku manusia yang dilakukan demi memperoleh kesinambungan, pertahanan dan peningkatan kehidupan.Sehingga Keseluruhan tingkah laku tersebut membentuk keutuhan Manusia berbudi luhur.karena itu apa yang dimaksudkan dengan pendidikan tidak terbatas hanya kepada pengajaran.Pendidikan hendaknya berkisar antara dua dimensi hidup yaitu penanaman rasa tagwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Pengembangan rasa kemanusiaan kepada sesama.Manusia Indonesia seutuhnya perlu memiliki keunggulan dan ketangguhan untuk dapat bersaing diabad millennium ini.keterbukaan dan persaingan di berbagai bidang akan semakin meningkat.Agar bangsa Indonesia dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain didunia, maka diperlukan watak dan karakter bangsa yang unggul, tangguh memiliki nasionalisme yang tinggi.
Pembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek social, ekonomi, politik dan cultural, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan dalam proses pembangunan peranan pendidikan amatlah strategis. Perlu kita tahu bahwa peran pendidikan diantaranya adalah memasyarakatkan ideologi dan nilai-nilai social budaya, mempersiapkan tenaga kerja untuk memerangi kebodohan, kemiskinan, dan mendorong perubahan sosial. Peran yang pertama merupakan fungsi politik pendidikan dan dua fungsi yang lain merupakan fungsi peran ekonomi.berkaitan dengan peranan pendidikan dalam pembangunan nasional muncul dua paradigm pendidikan yang menjadi kiblat bagi pengambil kebijakan dalam pengembangan kebijakan pendidikan: Paradigma Fungsional dan paradigma sosialisasi.Paradigma Fungsional melihat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan dikarenakan masyarakat indonesis tidak memiliki cukup penduduk yang memilki pengetahuan, kemampuan dan sikap modern.karena pada umumnya lembaga pendidikan pendidikan formal system persekolahan merupakan lembaga utama mengembangkan pengetahuan melatih kemampuan dan keahlian dan menanamkan sikap modern para individu yang diperlukan dalam proses pembangunan. Bukti-bukti menunjukkan kaitan yng erat antara pendidikan formal seseorang dan partisipasinya dalam pembangunan. Kelompok pendidik yang menganut sistim cataliysts teacher for bertujuan memberikan kontribusi yang lebih untuk pembangunan bangsa Indonesia secara utuh .
Terkait dengan hal diatas kalau kita melihat dengan seksama apakah kelompok cataliysts teacher for cataliysts teacher for mampu memberikan dua peran yang dihasilkan oleh anak didik dengan mengikuti program kurikulum pendidikan yang telah diputuskan secara sentralisasi. pendidikan formal hanya memiliki kurang lebih seperempat dari waktu yang ada yang rata rata masuk jam 7 sampai jam 12 jadi apabila 1 mapel kemudian langsung praktek dan rata rata 1 jam mapel itu 45 menit maka waktu tersebut untuk pelaksanaan praktek membutuhkan watu sangatlah kurang dan tidak memungkinkan siswa bisa menguasai contens untuk tiap mata pelajaran lainnya dikarenakan waktu habis untuk pelaksanaan praktek . sementara kelompok ini mengharapkan siswa memiliki ilmu dan skill yang bertujuan lulusannya mampu memberikan sumbangsih untuk tujuan pembangunan nasional. Waktu yang terbatas inilah yang menjadikan kendala kelompok cataliysts teaching for untuk pencapain yang lebih optimal. Oleh karena itu muncullah paradigma baru dalam dunia pendidikan yaitu keberhasilan suatu pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah namun orang tua juga menjadi penentu dalam keberhasilan dalam dunia pendidikan hal ini dikarenakan waktu lebih banyak di lingkungan rumah dari pada disekolah. Kemudian pemerintah membentuk organisasi-organisasi untuk menunjang keberhasilan pendidikan diantaranya paguyuban kelas ,komite sekolah,Dewan pendidikan dll.
Paguyuban kelas ini merupakan peran penting dalam menunjang keberhasilan dalam dunia pendidikan. Karena paguyuban kelas ini mampu menampung aspirasi tiap kelas dan hal-hal lain yang di butuhkan siswa untuk menungkatkan prestasi dalam proses belajar mengajar . yang kemudian disampaikan ke komite sekolah yang beranggotakan : tokoh Masyarakat , guru dan orang Tua dan Murid.Dasar hokum komite sekolah ini pertama kalinya adalah undang-undang nomor 25 tahun 2000 tentang program pendidikan nasional ( Propenas)kemudian tiap satuan pendidikan membentuk anggota komite sekolah disemua satuan pendidikan dasar dan menengah. Adapun peran komite sekolah diantaranya
(1)pemberi pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan ditingkat satuan pendidikan
(2)Pendukung (Supporting agency) baik yang berwujud financial, pemikiran, maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan ditingkat satuan pendidikan.
(3)pengontrol (Controlling agency) dalam rangka transparasi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan disatuan pendidikan.
(4)Mediator antara pemerintah(eksekutif)dengan masyarakat disatuan pendidikan.
Mediator antar sekolah dengan keluarga dan masyarakat. Empat peran diatas akan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan dan sekaligus peningkatan mutu pendidikan.adapun fungsi komite sekolah antara lain :
1. Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
2. Melakukan kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu
3. Menampung dan menganalisis, ide, tuntutan dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat.

Dengan melihat fakta yang ada dalam masyarakat tentunya kita semua harus bijak dalam menghadapi dilematika dalam dunia pendidikan. Mulailah merubah diri( guru) dalam melakukan proses belajar mengajar liatlah pada kenyataan yang ada untuk sekarang dan kedepan.cam kan dalam setiap pendidik apa dari tujuan pembangunan nasional karena anak-anak didik inilah penerus keberhasilan bangsa ini.

PARADIGMA DALAM DUNIA PENDIDIKAN
COSUALTIES TEACHING DESPITE
OLEH : LENA, S. Pd.
Pascasarjana Bhs Indonesia UNMUH SURABABAYA

Masih terngiang dibenak kita ketika menapaki jenjang demimjenjang pendidikan mulai tingkat pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Untuk masuk gerbang SMP kita dihadapkan pada aturan pusat bahwa masuk smp menggunakan Nila ujian Nasional ( NEM ) sebagai syarat untuk memasuki jenjang SMP, Begitupun Ketika kita llulus SMP pada tahun 1985 pertama kali diberlakukannya system Nilai Ujian murni sebagai syarat satu-satunya memasuki bangku SMA . tentu saja dengan nilai ujian yang bagus para calon tidak perlu lagi melaksanakan tes masuk.pada saat iitu banya anak didik yang merasa kebingungan terutama bagi mereka yang memiliki jumlah nilai ujian yang rendah. Mereka ini yakin tidak akan diterima dimana-mana.
Diawal tahun pelajaran baru , kita semua tahu kemanakah para orang tua dan siswa beerbondong-bondong mendaftarlkan sekolahnya? Bahkan sebelum pendaftaran dimulai mereka sudah menerobos gerbang sekolah hanya sekedar untuk mengetahui kapan pendaftaran sekolah tersebut dibuka,hari pertama dibuka ruang pendaftaran sudah sesak dengan calon calon siswa ataupun mahasiswa yang baru.alasan apa yang sebeNarnya mendasari mereka mendaftar di sekolah tersebut? Itulah yang menjadi pertanyaan saya , begitu saya Tanya jawaban mereka “
“Sekolah tersebut menjadi juara 1 nem terbaik sejawa timur”sekilas mendengar alasan tersebut alasan yang logis. Dan kita tidak bisa memungkiri bahwa sekolah ini jelas pilihan yang tepat .pemerintah pun memberi label sekolah yang memiliki nilai tes atau nem yang baiklah yang dianggap sukses dan bermutu dalam dunia pendidikan.tentunya sekolah yang bermutu tinggi ini akan mudah mendapatkan dana atau uang yang lebih besar baik dari siswa karena memiliki siswa yang banyak dan pemerintah pun tak segan segan memberi bantuan karena dianggap telah mensukseksan program pendidikan yang sejak lama di atur secara desentralisasi .dunia pendidikan kelompok COSUALTIES TEACHING DESPITE inilah yang akan terus hidup. Karena secara umum kelompok inilah yang memiliki predikat sekolah bermutu.
Tidak bisa disalahkan jika muncullah sekolah-sekolah yang hanya mengutamakan contenKenyataan yang terjadi dalam masyarakat bahwa sekolah kelompok casualties teaching despote yaitu sekolah yang hanya mengutamakan keberhasilan konten atau ilmunya saja, yang paling banyak diminati oleh pemerintah dan orang Tua mereka beranggapan bahwa sekolah inilah yang berhasil dalam dunia pendidikan .orang tua banyak yang mendaftarkan anaknya ke sekolah agar nantinya memiliki nilai atau nem terbaik.
Inilah kelebihan dari sekolah ini mereka akan memiliki siswa yang banyak bahkan sampai menolak pendaftar karena alasan nem yang rendah. Orang tua tidak pernah melihat apakah lulusan dari kelompok casualties teaching despote ini lulusannya mampu mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat dan bisa memberi kontribusi untuk tujuan pembangunan nasional atau tidak yang terpenting secara formal mereka telah melaksanakan pendidikan secara formal dan mendapat pengakuan dengan nilai atau nem yang sesuai dengan standart kelulusan yg telah ditentukan oleh pemerintah pusat.
Ada keprihatinan yang perlu ditanggapi dan direspon secara serius di negeri kita berkenaan dengan pendidikan.Tampaknya pendidikan belum dianggap salah satu faktor pokok penyebab terpuruknya bangsa ini . Terbukti bahwa tudingan-tudingan sebagian pengamat, dan politisi hanya diarahkan pada ekonomi dan politik.pendidikan seolah bukan pokok penyebab nyaris ambruknya negeri ini.Realitas ini menunjukkan kapasitas dan wawasan bangsa ini masih belum bisa berpikir jauh kedepan. Dan pelaku pelaku yang hanya memgutamakan ilmunya.
Seperti ada tembok pemisah antara dunia pendidikan dan dunia kerja mungkin saja seperti tembok berlin di jerman salah satu tembok yang kuat dan kokoh. Dengan adanya tembok pemisah tersebut menjadikan adanya kesenjangan antara kedua dunia tersebut. Akibatnya hubungan antara dunuia pendidikan dan dunia kerja tidak harmonis.dunia pendidikan penganut casualties teaching despote ini tak menyadari bahwa kemajuan yang terjadi di dunia kerja tidak bisa disadap oleh dunia pendidikan.Akibatnya, apa yang dihasilkan dunia pendidikan tidak cocok dengan kebutuhan dunia kerja .dan adanya pengangguran bersamaan kekurangan tenaga kerja didunia kerja tidak bisa lagi di elakkan.
Penghilangan tembok pemisah antara dunia kerja dan dunia pendidikan atau deberlinisasi ini sangat diperlukan untuk melengkapi desentralisasi.sebab desentralisasi ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam aarti meningkatkan penguasaan pelajaran, tetapi bukan meningkatkan kemampuan bekerja.

Ada keprihatinan yang perlu ditanggapi dan direspon secara serius di negeri kita berkenaan dengan pendidikan.Tampaknya pendidikan belum dianggap salah satu faktor pokok penyebab terpuruknya bangsa ini . Terbukti bahwa tudingan-tudingan sebagian pengamat, dan politisi hanya diarahkan pada ekonomi dan politik.pendidikan seolah bukan pokok penyebab nyaris ambruknya negeri ini.Realitas ini menunjukkan kapasitas dan wawasan bangsa ini masih belum bisa berpikir jauh kedepan. Dan pelaku pelaku yang hanya memgutamakan ilmunya.

PARADIGMA DALAM DUNIA PENDIDIKAN
CAUNTERPAINTS TEACHING BEYOND
OLEH : LENA, S. Pd.
Pascasarjana Bhs Indonesia UNMUH SURABABAYA

Pembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, politik dan budaya. Dengan tujuan utama meningkatkankesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan.adapun peran pendidikan diantaranya :
1. Memasyarakatkan ideology dan nilai-nilai sosial budaya
2. Mempersiapkan tenaga kerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, dan mendorong perubahan sosial.
3. Untuk memeratakan kesempatan dan pendapatan.

Kalau kita amati secara seksama bahwa pendidikan formal sistim persekolahan merupakan lembaga utama mengembangkan pengetahuan, melatih kemampuan dan keahlian, dan menanamkan sikap modern para individu yang diperlukan dalam proses pembangunan. Bukti-bukti menunjukkan adanya kaitan yang erat antara

Persoalan yang kini dihadapi oleh banyak Negara, termasuk Indonesia, adalah bagaimana meningkatkan kwalitas pendidikan .Kualitas pendidikan umumnya dikaitkan dengan tinggi rendahnya prestasi yang ditunjukkan dengan kemampuan siswa mencapai score dalam tes dan kemampuan lulusan mendapatkan dan melaksanakan pekerjaan.kualitas pendidikan ini dianggap penting karena sangat menentukan gerak laju pembangunan dinegara manapun juga. Oleh karenanya hampir semua Negara di dunia menghadapi tantangan untuk melaksanakan pembaharuan pendidikan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan

Penghilangan tembok pemisah antara dunia kerja dan dunia pendidikan atau deberlinisasi ini sangat diperlukan untuk melengkapi desentralisasi.sebab desentralisasi ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam aarti meningkatkan penguasaan pelajaran, tetapi bukan meningkatkan kemampuan bekerja.

.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: